Obat Pecandu Judi Menurut Bidang Psikiatri

Sepertinya sebagian besar masyarakat setuju bahwa judi bersifat candu. Rutinitas judi bisa mendorong seseorang untuk berjudi dan berjudi lagi. Kita sering menamai fenomena ini dengan istilah kecanduan atau addict. Banyak dari mereka yang menjadi pecandu judi gagap dalam mencari obat pecandu judi karena memang secara medis belum ada obatnya. 

Belajar dari pengalaman mantan seorang pecandu judi, sebut saja Sherly, kita dapat belajar banyak hal, terutama yang ada kaitanya dengan pandangan para psikiater tentang fenomena kecanduan judi. Sherly adalah mantan pecandu judi yang hingga kini juga masih mencari solusi atau obat pecandu judi. 

Wanita cantik ini kini fokus menjalani terapi untuk dapat lepas dari jerat dunia perjudian. Sherly telah 25 tahun hidup di tengah gemerlapnya dunia judi. Ia mengatakan bahwa ia menghabiskan masa mudanya untuk berjudi di Las Vegas. 

Sherly sebenarnya sadar bahwa judi membutuhkan modal yang besar. Selama tinggal di Las Vegas yang terkenal dengan gaya hidup yang supermahal, ia termotivasi untuk terus memainkan judi demi memenuhi tuntutan hidup mewah di sana. 

Sherly juga sangat sadar bahwa apa yang telah ia kerjakan sebenarnya tidak membawa manfaat apapun pada dirinya. Inilah awal mulanya Sherly sadar dan ingin berhenti dari kehidupan kelamnya. Ia pun segera mencari obat pecandu judi yang efektif untuknya.

Fenomena Kecanduan Menurut Bidang Psikiatri

Obat Pecandu Judi
sumber: medium.com

Obat pecandu judi sebenarnya beneran ada gak sih? Beberapa tahun lalu istilah kecanduan judi masih menjadi sebuah perdebatan. Dulu, para psikiater berpendapat bahwa judi hanyalah sebuah bentuk perilaku kompulsif, bukan fenomena kecanduan. 

Perilaku kompulsif ini ada karena adanya dorongan dari pemain. Salah satu tujuan dari adanya perilaku kompulsif ini adalah untuk mengurangi rasa cemas. Hal ini berbeda dengan makna kecanduan yang cenderung ke arah perilaku untuk tujuan kenyamanan.

Namun kini para psikiater sepakat bahwa seseorang bisa menderita kecanduan judi. Dan terapi secara psikologi bisa menjadi salah satu cara atau obat pecandu judi. Kecanduan judi juga memiliki gejala yang sama dengan kecanduan zat-zat adiktif seperti narkoba, minuman beralkohol, rokok, dll. Gejalanya pun serupa, yaitu adanya dorongan untuk berjudi lagi dan lagi meski pemain judi tahu bahwa berjudi dapat merugikan dirinya dan orang lain. Tak hanya itu saja, berjudi juga dapat membawa dampak buruk lainnya.

Seseorang dengan gejala kecanduan judi umumnya sering merasa kurang nyaman atau bahkan tidak nyaman. Seorang pecandu judi umumnya memperlihatkan perilaku-perilaku kompulsif dan juga perilaku lainnya seperti sering merasa cemas, murung, uring-uringan, dan bahkan marah tanpa sebab yang jelas. Tentu saja perilaku-perilaku ini sangat merugikan, termasuk merugikan orang-orang terdekat. Itulah mengapa obat pecandu judi memiliki peranan yang penting untuk menekan perilaku-perilaku ini. 

Analisa Otak Pecandu Judi

Lantas, apa yang terjadi dengan otak pecandu judi? Apakah kurang lebih sama kondisinya dengan otak pecandu zat-zat adiktif? Ketika seseorang mengalami kecanduan judi, otaknya mengalami perubahan (sama persis dengan kondisi otak seseorang yang sedang kecanduan zat-zat adiktif).

Pada cranium otak manusia, terdapat serangkaian sirkuit system reward. Sirkuit ini menghubungkan semua bagian otak termasuk beberapa bagian yang berfungsi untuk mengatur gerakan, memori, motivasi, dan juga kenyamanan. 

Saat kita melakukan sesuatu yang kita sukai, misal makan, neuron yang ada pada system reward akan secara otomatis mengeluarkan suatu zat yang disebut dopamine. Zat ini yang kemudian memberikan gelombang kesenangan dan kepuasan. 

Namun, jika dopamine mendapatkan rangsangan berupa amphetamine atau zat-zat adiktif lainnya, system reward akan menghasilkan dopamine sebanyak 10 kali lipat dari biasanya. Artinya, sel-sel saraf otak ‘dipaksa’ untuk menghasilkan dopamine

Apabila zat-zat adiktif tersebut terus digunakan, kekuatan sirkuit atau system reward pada otak kita akan mendorong timbulnya euforia. Zat-zat tersebut membuat otak terlalu banyak berisi dopamine. Alhasil, otak akan beradaptasi dengan cara memproduksi sedikit molekul. Akibatnya, tubuh akan tidak responsif terhadap zat-zat adiktif tersebut. 

Nah, untuk membangkitkan efek nge-fly, otak memberi sinyal pada tubuh untuk mengkonsumsi zat-zat adiktif lebih banyak dan lebih sering lagi. Proses ini juga terjadi pada seseorang yang kecanduan judi. 

Saat seorang pemain judi senang karena menang, aktivitas kelistrikan pada otak lebih rendah daripada aktivitas kelistrikan pada pusat system reward. Kondisi seperti ini yang menyebabkan pemain judi ingin main judi lagi dan lagi. 

Terapi Sebagai Obat Pecandu Judi

Obat Pecandu Judi
sumber: assist.id

Lalu bagaimana cara mengatasi kondisi ini? Apakah ada obat pecandu judi? Sementara ini, salah satu cara untuk mengatasi perilaku kecanduan judi yaitu dengan menjalani berbagai terapi psikologi. Terapi-terapi ini biasanya akan memberikan sugesti kepada seorang pecandu judi.

Otak akan terus memberi sugesti-sugesti tentang hidup sehat, baik sehat secara fisik maupun psikis. Obat pecandu judi yang tak lain adalah terapi berupa sugesti ini tentu akan memberikan dampak positif terutama bagi psikis orang tersebut. 

Baca juga: Cara Mengatasi Kecanduan Judi Online di Bidang Psikiatri hingga Agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *