6 Contoh Aplikasi Geotextile pada Proyek Konstruksi dan Non-Konstruksi

6 CONTOH APLIKASI GEOTEXTILE PADA PROYEK KONSTRUKSI DAN NON-KONSTRUKSI

Bagi kalian anak teknik sipil, tentu sangat familiar dengan istilah material geotextile. Geotextile adalah suatu material khusus yang memiliki manfaat sebagai elemen tambahan stabilitas dan perkuatan tanah.

Material geotextile ini kerap berfungsi pada project-project konstruksi besar, pembuatan jalan raya, penguatan lahan, penguatan pesisir pantai, dan project lainnya yang berkaitan dengan kondisi tanah yang labil, lunak, dan settlement tinggi, dan berdaya dukung rendah. 

Pada dasarnya, geotextile berguna untuk konstruksi maupun non-konstruksi. Namun ada beberapa jenis aplikasi geotextile untuk bidang pekerjaan lain. Lantas, seperti apa contoh aplikasi material geotextile? Berikut kami ulas 5 contoh aplikasi geotextile baik untuk keperluan konstruksi maupun non-konstruksi. 

Proyek Pembuatan Jalan

Salah satu contoh aplikasi material geotextile yang paling sangat umum adalah aplikasi geotextile pada proyek pembuatan jalan. Khusus untuk jenis proyek ini, jenis material geotextile yang orang pakai adalah material geotextile non woven. Jenis geotextile non-woven ini memiliki kekuatan daya tarik yang sangat tinggi. 

Material geotextile pada proyek konstruksi jalan ini berperan sebagai pemisah atau separator antara lapisan tanah yang lunak dan labil dengan lapisan perkerasan yang berada di atas lapisan material geotextile. Dengan adanya material geotextile ini, lapisan tanah lunak dan labil tidak akan berpengaruh pada kekuatan lapisan perkerasan. Sehingga lapisan perkerasan akan tetap terjaga dengan baik hingga jalan yang dibuat beroperasi. 

Penguatan pada Lahan

Nah, untuk proyek penguatan pada lahan, jenis material geotextile yang digunakan berbeda. Kali ini material geotextilenya adalah Hilon geotextile. Jenis geotextile yang satu ini memang menjadi elemen langganan untuk keperluan proyek reklamasi atau penimbunan. 

Material Hilon geotextile ini memiliki kemampuan untuk memisahkan material timbunan dengan lapisan tanah dasar. Nah, pada sebagian besar lahan di Indonesia, lapisan dasar tanah adalah berupa lumpur atau tanah yang sangat lunak yang sangat sulit jika diurug dengan material timbunan. Tanpa ada tambahan material Hilon geotextile ini, material timbunan akan dengan mudah bercampur dengan lapisan tanah dasar. Alhasil, material timbunan akan berubah tekstur menjadi material yang lebih lunak dan tidak stabil. 

Baca juga: CARA CEPAT MENAMBAH FOLLOWER INSTAGRAM

Proyek Penguatan Pantai

Biasanya penggunaan material geotextile pada proyek penguatan pantai bertujuan untuk menahan dampak erosi. Adapun jenis material geotextile yang umum untuk proyek penguatan pantai ini adalah material geotextile berjenis non-woven. 

Ada juga dua jenis tambahan material lainnya yang juga berfungsi dengan sangat baik apabila berkombinasi dengan material geotextile non-woven. Dua material tersebut adalah tetrapod dan batu. Kedua material ini sangat efektif sebagai elemen penahan erosi. Elemen ini sangat jitu dalam mencegah pasir terbawa oleh ombak atau arus air laut. 

Aplikasi geotextile non-woven pada proyek penguat pantai ini juga dapat dijumpai pada breakwater alias pemecah ombak. Material geotextile jelas dapat dipasang di bawah timbunan tetrapod atau batu pada pemecah ombak ini. Dengan demikian, material geotextile non-woven ini berfungsi ganda, yaitu sebagai pemisah sekaligus sebagai filter. 

Proyek Jalur Kereta Api

Nah, khusus pada proyek ini, material geotextile ini berfungsi sebagai pemisah atau separator antara lapisan tanah dasar dan timbunan pecahan batu atau balast. Coba Anda perhatikan jalur kereta api, meski ada begitu banyak timbunan pecahan batu alias balast, permukaan rel kereta api tetap terjaga kekuatan dan kestabilannya.

Proyek Pemeliharaan Beton

Tahukah kalian, rupanya material geotextile juga efektif sekali sebagai elemen penting untuk pemeliharaan beton pasca proses pengecoran/ curing. Material geotextile ini juga punya peran penting sebagai bahan ganti karung goni yang biasanya juga turut berguna pada proses pengecoran dan pemeliharaan beton. 

Saat proses pengecoran tengah berlangsung, pekerja sebisa mungkin mencegah agar kandungan air pada beton tidak hilang. Proses ini sangat penting agar proses pengeringan beton (oksidasi) berjalan sempurna. Proses oksidasi yang sempurna tentunya juga akan berdampak baik pada kualitas beton, terutama dari sisi kualitas ketahanan dan kualitas waktu. 

Proyek Kolam Raksasa

Ada banyak sekali contoh proyek yang termasuk dalam list proyek kolam raksasa. Contoh yang paling umum adalah proyek kolam raksasa pada wisata waterboom. Ada juga proyek kolam raksasa sebagai penampungan limbah. Pada kedua contoh proyek raksasa, tentu memerlukan tambahan material geotextile jenis non-woven sebagai pelapis tambahan yang memisahkan lapisan tanah dasar dan timbunan tanah perkerasan. 

Khusus untuk proyek semacam ini, material geotextile ini memiliki fungsi sebagai lapisan khusus yang dipasang persis di bawah lapisan geomembrane. Kedua lapisan material ini, jika dalam bidang geoteknik, disebut lapisan material geosintetik.